Jika tidak ingin dikhianati, maka belajarlah mencinta untuk menyayangi,
mengucapkan kata cinta sangatlah gampang, dan sangat sering didorong
oleh nafsu untuk menguasai. Milikilah hatinya dengan memberikan kasih
sayang kamu sepenuh hati, sayangi dia dengan kesabaranmu saat dia lagi
tidak mood, dengan maafmu saat dia melakukan kesalahan, dengan kesejukan
hatimu saat dia ada masalah, dengan pelukanmu saat dia kesepian. Jika
kamu belajar untuk berkata kamu bisa melakukannya maka tulisan in akan
sangat berguna tapi sebaliknya jika kamu mengatakan tidak bisa maka
masalah kamu tidak akan pernah selesai. Cinta butuh pengorbanan, selamat
berjuang.
Mengatakan
cinta kepada seseorang bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, apalagi
bagi anak muda yang lagi kasmaran, mengatakan “I Love You”
sudah menjadi satu senjata yang ampuh yang selalu digunakan untuk
mendapatkan apa yang diinginkannya. Cinta bukan hanya sekedar kata
semata, cinta memerlukan suatu tindakan nyata yaitu pengorbanan. Ada sekian banyak orang yang hanya bisa berkata aku cinta kamu,
tapi tidak pernah mampu membuktikan apa yang sudah diucapkannya.
Perkataan aku cinta kamu hanyalah suatu ungkapan yang tidak berarti
apa-apa, karena tidak bisa dibuktikan dengan tindakan yang nyata. Bukanlah cinta jika didalamnya tidak ada pengorbanan. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang disertai dengan pengorbanan.
Kata pengorbanan dalam urusan cinta muda-mudi sering disalah artikan oleh banyak anak muda. Ada yang berpendapat bahwa jika cinta butuh pengorbanan, berarti rela memberikan segalanya untuk orang yang dicintai. Ada
sepasang kekasih yang berpacaran dan kelihatannya mereka saling
mencintai. Hampir setiap hari mereka selalu bertemu dan hampir setiap
ada acara mereka selalu pergi berdua. Cowok ini selalu memberi perhatian
yang khusus bagi sang cewek yang katanya sangat dicintainya, dan cewek
ini kelihatannya begitu bahagia karena selalu mendapat perhatian yang
istimewa dari cowoknya. Untuk membuktikan cintanya sang cowok rela
memberikan apa saja yang diminta ceweknya yang penting mereka tetap
bersama. Beberapa bulan kemudian sang cowok mulai jarang menemui
ceweknya bahkan kelihatannya mulai berusaha untuk menghindar agar tidak
bertemu dengan cewek yang katanya sangat dicintainya itu. Melihat
kenyataan yang mulai berbeda itu, akhirnya sang cewek mengaku kalau
dirinya sudah H3B (hamil tiga bulan). Setelah cewek ini
meminta cowoknya untuk bertanggung jawab sang cowok tidak bisa berbuat
apa-apa karena katanya orang tua sang cowok tidak merestui hubungan
mereka. Pengorbanan yang sia-sia !!! ternyata untuk
membuktikan cintanya sang cewek rela memberikan segala yang dimilikinya
termasuk harga dirinya sebagai bukti cintanya kepada sang cowok. Inilah
yang mereka namakan pengorbanan sebagai bukti cinta. Benarkah
pengorbanan seperti ini didasari dengan cinta ?????
Sobat muda,
Cinta
memang butuh pengorbanan dan bahkan tidak ada yang namanya cinta jika
didalamnya tidak ada pengorbanan. Tapi pengorbanan yang dimaksud bukan
seperti pengorbanan yang diberikan oleh si pemudi terhadap pemuda yang
dicintainya seperti dalam kisah yang sudah diceritakan tadi.
Pengorbanannya bukanlah pengorbanan yang diberikan karena cinta, tapi
pengorbanan yang diberikan adalah pengorbanan tanpa arah dan tujuan,
karena tidak menghasilkan kebahagiaan yang sesungguhnya sehingga
kebahagiaan yang didapatkan hanya bersifat sementara.
Pengorbanan si pemuda juga bukanlah pengorbanan karena cinta, tapi pengorbanan yang berdasar pada kemunafikan dan egoisme yang dibungkus dengan kata cinta.
Pengorbanannya hanya sebatas menarik perhatian untuk diperhatikan,
tidak bisa bertahan lama karena tidak dengan cinta yang sesungguhnya.
Tidak ada tekad dalan diri pemuda ini untuk berkorban demi
memperjuangkan cinta mereka, tetapi hanya mengambil suatu alasan yang
seharusnya tidak perlu dijadikan alasan dengan berkata “tidak direstui
oleh orang tua”.
Karena
pengorbanan atas dasar cinta akan benar-benar terwujud, jika tidak
merupakan pengaruh dari luar dan jika tidak akan terpengaruh oleh
ancaman apa pun dari luar.
Sobat muda,
Pengorbanan
yang kita berikan untuk orang yang dikasihi akan bernilai, jika
pengorbanan itu akan menghasilkan kebahagiaan yang sesungguhnya, dan
jika pengorbanan itu akan membuat orang yang kita kasihi menjadi baik
dan menikmati kabahagiaan dan bukan kesedihan atau kekecewaan, Selama ini mungkin sudah banyak hal yang kita korbankan untuk orang
yang dikasihi, entahkah itu waktu, tenaga, materi, perasaan, harga diri,
kedudukan, pekerjaan dsbnya. Dan entahkah pengorbanan itu telah
membuahkan hasil yang baik atau mungkin tidak menghasilkan apa-apa,
sadarilah bahwa pengorbanan itu hanyaakan
menghasilkan kebahagiaan sesaat saja dan mungkin hanya bisa
menghasilkan kekecewaan.
Saatnya
kita memulai suatu kehidupan yang baru, buatlah komitmen yang baru
untuk belajar berkorban bagi pekerjaan-Nya, usahakan agar pengorbananmu
memiliki arah dan tujuan yang pasti. Ubahlah pola pikirmu tentang arti,
motivasi dan tujuan pengorbananmu, baik dalam urusan cinta(pacaran),
dalam pergaulanmu sehari-hari serta dalam kehidupan pelayananmu. Sekecil
apapun sesuatu yang kamu buat bagi kepentingan pelayanan pekerjaan-Nya,
lakukanlah semua itu untuk menyenangkan Tuhan, bukan hanya untuk
menyenangkan manusia.
Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui agar pengorbananmu memiliki dampak yang positif :
- Pahami dengan benar arti dari kata “pengorbanan”
- Dasarilah pengorbananmu dengan motivasi yang murni
- Arahkan pengorbananmu untuk hal-hal positif (baik, mulia)
- Cari waktu yang baik, dimana tempat yang pantas dan siapa oknum yang tepat, agar kamu bisa memakai kata pengorbanan ini dengan baik.
- Ingatlah bahwa pengorbanan itu rasanya sakit dan sering tidak menyenangkan.
Show Conversion Code Hide Conversion Code Show Emoticon Hide Emoticon